8 MIN READ

Entertainment

Digital

“Broken Strings” Viral: Pengakuan Aurelie Moeremans yang Mengoyak Sunyi tentang Grooming

“Broken Strings” Viral: Pengakuan Aurelie Moeremans yang Mengoyak Sunyi tentang Grooming

Ditulis Oleh:

Ditulis Oleh:

Yuka Nabila Shauma

Nama Aurelie Moeremans kembali menjadi perbincangan, kali ini bukan lewat layar kaca, melainkan melalui sebuah buku memoar berjudul Broken Strings. Sejak cuplikannya beredar di media sosial, buku ini langsung menyedot perhatian publik karena mengangkat isu sensitif yang selama ini kerap tidak dikenali: child grooming.


Lewat Broken Strings, Aurelie tidak hanya bercerita tentang luka masa lalu, tetapi juga mengajak pembaca memahami bagaimana grooming bisa terjadi, dampaknya bagi korban, dan seperti apa proses pemulihan diri setelah mengalami fase tersebut.

Apa Itu “Broken Strings”?



Broken Strings merupakan buku digital (e-book) yang ditulis langsung oleh Aurelie Moeremans, Aktris Indonesia. Judul “Broken Strings” diibaratkan sebagai trauma, kepercayaan yang hancur, dan proses memperbaiki diri yang tidak mudah.


Buku ini memuat pengalaman personal Aurelie saat menjadi korban grooming di usia muda. Kisahnya disampaikan apa adanya dan cukup emosional, membuat banyak pembaca merasa “tertampar” sekaligus tersentuh.

Tidak sedikit yang menyebut buku ini sebagai bacaan yang berat secara emosional, tetapi penting untuk kita pahami.
Mengungkap Grooming: Luka yang Sering Tak Disadari

Salah satu fokus utama Broken Strings adalah menjelaskan apa itu grooming, istilah yang kini semakin sering dibicarakan, tetapi masih banyak disalahpahami.


Dalam buku dan berbagai pernyataannya, Aurelie menggambarkan grooming sebagai proses manipulasi yang dilakukan secara perlahan, di mana pelaku membangun kepercayaan, ketergantungan emosional, dan rasa aman palsu pada korban, terutama anak atau remaja.


Sumber : Instagram/AurelieMoeremans

Dari Trauma ke Pemulihan

Broken Strings tidak hanya seputar kisah kelam. Bagian penting lain dari buku ini adalah perjalanan Aurelie dalam memulihkan diri, sebuah proses panjang yang penuh tidak mudah dilewati.

Ia menuliskan bagaimana trauma bisa berpengaruh sampai dewasa, memengaruhi relasi, rasa percaya diri, hingga cara memandang diri sendiri. Namun, melalui refleksi, terapi, dan keberanian untuk bersuara, Aurelie perlahan pulih kembali dari masa lalu yang kelam.

Kenapa Buku Ini Jadi Viral?

Ada beberapa alasan mengapa Broken Strings begitu cepat menyebar dan dibicarakan:

  1. Keberanian Aurelie mengungkap pengalaman personal yang sangat sensitif

  2. Isu grooming yang relate dan relevan, terutama di era digital

  3. Gaya penulisan yang jujur dan emosional

  4. Banyak pembaca merasa “tertampar” dari pengalaman yang selama ini sulit dijelaskan


Selain itu, di dalam buku tersebut juga mengungkap beberapa tokoh yang saat ini masih menjadi perdebatan hebat di masyarakat.


Lebih dari Sekadar Memoar

Broken Strings bukan hanya buku pengakuan, tapi juga alarm kesadaran sosial. Aurelie berharap kisahnya bisa menjadi pembuka percakapan tentang perlindungan anak, edukasi grooming, dan pentingnya lingkungan yang aman bagi korban untuk bersuara.


Buku ini juga menjadi pengingat bahwa trauma tidak selalu terlihat, dan setiap orang memproses luka dengan caranya masing-masing.


Melalui Broken Strings, Aurelie Moeremans menunjukkan bahwa keberanian bercerita bisa menjadi langkah awal penyembuhan, bukan hanya untuk dirinya sendiri, tetapi juga untuk banyak orang di luar sana yang pernah mengalami hal serupa.

Buku ini mungkin tidak mudah dibaca, tetapi penting untuk dibaca. Karena memahami grooming adalah langkah awal untuk mencegahnya, dan mendengarkan korban adalah bentuk empati paling nyata.
So, what do you think?

Cerita & Insight dari Dunia Kolab

8 MIN READ

Digital

Tren & Culture

Tech Influencer: Cara Efektif Masuk ke Market Early Adopter

10 Oktober 2025

8 MIN READ

Digital

Tren & Culture

Tech Influencer: Cara Efektif Masuk ke Market Early Adopter

10 Oktober 2025

8 MIN READ

Digital

Tren & Culture

Vlogger

Fashion Haul: Formula Kampanye yang Terbukti Efektif

10 Oktober 2025

8 MIN READ

Digital

Tren & Culture

Vlogger

Fashion Haul: Formula Kampanye yang Terbukti Efektif

10 Oktober 2025

8 MIN READ

Vlogger

Fashion Haul: Formula Kampanye yang Terbukti Efektif

10 Oktober 2025

8 MIN READ

Vlogger

Fashion Haul: Formula Kampanye yang Terbukti Efektif

10 Oktober 2025

8 MIN READ

Vlogger

Formula Kampanye yang Terbukti Efektif

10 Oktober 2025

8 MIN READ

Vlogger

Formula Kampanye yang Terbukti Efektif

10 Oktober 2025

Cerita & Insight dari Dunia Kolab

Apapun industrimu, di sini brand & influencer bisa ketemu, kolaborasi lebih gampang, dan bikin campaign yang jadi bagian dari culture.

Subcsribe Newsletter

© Komunitas SkincareAn 2025. All Right Reserved

© Komunitas SkincareAn 2025. All Right Reserved

Terms & Conditions

Privacy Policy