8 MIN READ

Edukasi

Series RealTalk #2 : Berhenti Bilang ‘Iya’ untuk Semua Orang! #PeoplePleaser

Series RealTalk #2 : Berhenti Bilang ‘Iya’ untuk Semua Orang! #PeoplePleaser

Ditulis Oleh:

Ditulis Oleh:

Yuka Nabila Shauma

Pernah nggak sih kamu merasa sulit banget bilang “nggak”? Entah itu diajak nongkrong padahal lagi capek, dimintain tolong saat kamu sendiri kewalahan, atau terus-terusan mengiyakan sesuatu demi menjaga perasaan orang lain. Kalau iya, bisa jadi kamu termasuk people pleaser.


Di satu sisi, jadi orang yang peduli dan perhatian itu hal yang positif. Kamu dianggap ramah, mudah diajak kerja sama, dan easy going diajak berteman. Tapi di sisi lain, kalau keterlaluan, kebiasaan ini bisa bikin kamu kelelahan, secara fisik maupun mental, loh!


Kenapa Seseorang Bisa Jadi People Pleaser?



Banyak orang nggak sadar kenapa mereka punya kecenderungan ini. Beberapa alasan yang sering muncul adalah:


  • Takut ditolak atau nggak disukai

  • Ingin terlihat “baik” di mata orang lain

  • Nggak enak sama orang lain

  • Terbiasa mengutamakan orang lain sejak lama

  • Merasa harga diri bergantung pada penerimaan orang lain


Awalnya mungkin terasa enjoy untuk selalu mengiyakan orang lain. Tapi lama-lama, kamu bisa kehilangan batasan diri sendiri

 

Cek Tanda-Tanda Kamu People Pleaser!


Coba cek, kamu relate nggak dengan hal-hal ini:

  • Sering bilang “iya” padahal sebenarnya ingin menolak

  • Merasa bersalah kalau mengecewakan orang lain

  • Sulit menyampaikan pendapat yang berbeda

  • Sering mengorbankan waktu dan energi sendiri

  • Capek, tapi tetap memaksakan diri demi orang lain

Kalau sebagian besar “iya”, mungkin ini saatnya mulai lebih peduli sama diri sendiri!


Terus, Kalau Dibiarkan Gimana?


Jadi people pleaser terus-menerus bukan tanpa konsekuensi. Kamu bisa capek secara emosi, kehilangan waktu untuk diri sendiri, merasa tidak dihargai, bahkan bisa muncul stres atau burnout. Ironisnya, niat ingin membahagiakan orang lain justru bikin diri sendiri nggak bahagia!

 


Cara Mulai Mengurangi Kebiasaan Ini


Cara agar kamu bisa mengurangi kebiasaan people pleaser ini nggak harus langsung berubah drastis! pelan-pelan untuk belajar bilang “nggak” tanpa merasa bersalah, mengenali batasan diri bahwa kamu juga punya kapasitas, memprioritaskan diri sendiri tanpa merasa egois, jujur dengan perasaan sendiri, dan ingat bahwa kamu nggak harus menyenangkan semua orang. Mulai dari hal kecil, seperti menolak ajakan saat kamu benar-benar butuh istirahat.

 

Jadi, Harus Berhenti Jadi Orang Baik?

Bukan berarti belajar untuk stop jai people pleaser itu berhenti jadi orang baik. Jadi orang baik itu tetap penting. Tetapi terdapat perbedaan antara “baik” dan “tidak memikirkan diri sendiri”. Kamu tetap bisa peduli tanpa harus mengabaikan kebutuhan diri sendiri! Karena Pada akhirnya, hubungan yang sehat itu bukan soal kamu selalu mengalah, tapi soal keseimbangan. Kamu berhak didengar, dihargai, dan punya ruang untuk diri sendiri. Karena jadi baik itu penting, tapi jadi baik ke diri sendiri, itu wajib!

Cerita & Insight dari Dunia Kolab

8 MIN READ

Digital

Tren & Culture

Tech Influencer: Cara Efektif Masuk ke Market Early Adopter

10 Oktober 2025

8 MIN READ

Digital

Tren & Culture

Vlogger

Fashion Haul: Formula Kampanye yang Terbukti Efektif

10 Oktober 2025

8 MIN READ

Vlogger

Fashion Haul: Formula Kampanye yang Terbukti Efektif

10 Oktober 2025

8 MIN READ

Vlogger

Formula Kampanye yang Terbukti Efektif

10 Oktober 2025

Cerita & Insight dari Dunia Kolab

Apapun industrimu, di sini brand & influencer bisa ketemu, kolaborasi lebih gampang, dan bikin campaign yang jadi bagian dari culture.

Subcsribe Newsletter

© Komunitas SkincareAn 2025. All Right Reserved

© Komunitas SkincareAn 2025. All Right Reserved

Terms & Conditions

Privacy Policy