8 MIN READ

Entertainment

Edukasi

Semua Orang Udah ‘Sukses’, Aku Kapan? (Realita Film Tunggu Aku Sukses Nanti)

Semua Orang Udah ‘Sukses’, Aku Kapan? (Realita Film Tunggu Aku Sukses Nanti)

Ditulis Oleh:

Ditulis Oleh:

Yuka Nabila Shauma

Siapa Yang Sudah Nonton Film ‘Tunggu Aku Sukses Nanti’ Di Bioskop?


Lebaran kemarin, Rapi Films kembali bikin gebrakan lewat film drama keluarga Tunggu Aku Sukses Nanti karya Naya Anindita. Film ini nggak cuma sekadar cerita, tapi juga jadi cerminan keresahan generasi Z yang lagi relate banget sama isu keluarga zaman sekarang. Apalagi dirilis di momen yang pas, bikin setiap pesan yang disampaikan terasa lebih dekat, nyata, dan kena banget di hati kita!


Film ini relate bagi banyak orang karena pasti kita sering membandingkan diri kita dengan orang lain! Mungkin aku dan kamu termasuk di antara sedikit orang yang diam-diam sering merasa tertinggal, melihat teman-teman yang sudah lebih dulu “sukses”, lalu tanpa sadar bertanya dalam hati, “aku kapan, ya?”



Cerita Tunggu Aku Sukses Nanti yang diperankan oleh Ardit Erwandha, seorang anak sulung yang sudah setahun belum juga mendapat pekerjaan. Setiap momen kumpul keluarga yang seharusnya hangat, justru berubah jadi ‘ajang pamer’! Sekilas, film ini memang dibungkus sebagai drama komedi keluarga yang ringan dan menghibur. Tapi kalau ditelisik lebih jauh, Tunggu Aku Sukses Nanti sebenarnya cukup relate dengan budaya Indonesia yang nggak baik, loh!  

Terjebak dengan Diri Sendiri


Kita sering terjebak membandingkan diri dengan orang lain, bukan karena lemah, tapi karena kita belum punya “tujuan” yang jelas untuk menilai diri sendiri. Akhirnya, tanpa sadar kita menjadikan pencapaian orang lain sebagai standar. Apalagi kalau melihat teman yang tampak lebih sukses atau lebih dulu melangkah, muncul deh pikiran:

“kok aku masih di sini-sini aja?”

Padahal, bisa jadi kita sebenarnya sedan bergjalan di jalur yang tepat, loh! hanya dengan waktu yang berbeda!

 


Di sisi lain, perbandingan ini nggak selalu buruk. Kalau dikelola dengan baik, justru bisa untuk berkembang dan memperbaiki diri! Tapi kalau diteruskan malah jadi sumber overthinking, dan muncul rasa cemas, minder, bahkan iri. Jadi, kuncinya bukan berhenti membandingkan sepenuhnya, tapi tahu kapan harus berhenti dan kembali fokus ke perjalanan diri sendiri!

Standar “Sukses” Versi Siapa?


Tanpa kita sadari, selama ini kita sering hidup dengan standar “sukses” versi orang lain, punya kerja mapan di usia tertentu, gaji besar, menikah cepat, atau terlihat “sukses” di mata keluarga. Padahal, setiap orang punya timeline dan definisi suksesnya masing-masing.


Film Tunggu Aku Sukses Nanti seolah mengingatkan kita bahwa tekanan itu bukan cuma datang dari diri sendiri, tapi juga dari lingkungan terdekat, bahkan keluarga! Kalimat-kalimat sederhana yang sering dilontarkan saat kumpul keluarga, ternyata bisa jadi beban yang terus kita bawa pulang dan yang lebih tricky, kadang kita jadi ikut percaya… bahwa kita memang “tertinggal”.

 

Jadi… Aku Kapan?

Pertanyaan ini mungkin nggak akan pernah benar-benar hilang. Tapi mungkin, yang perlu diubah bukan pertanyaannya, melainkan cara kita melihatnya. Bukan lagi “aku kapan bisa seperti mereka?” tapi jadi, “apa langkah kecil yang bisa aku lakukan hari ini?”. Karena pada akhirnya, sukses bukan soal siapa yang paling cepat. Tapi siapa yang tetap berjalan, sesuai timeline kita masing-masing!

Siapa tahu, kamu cuma lagi “nunggu sukses” versi kamu sendiri!

Cerita & Insight dari Dunia Kolab

8 MIN READ

Digital

Tren & Culture

Tech Influencer: Cara Efektif Masuk ke Market Early Adopter

10 Oktober 2025

8 MIN READ

Digital

Tren & Culture

Vlogger

Fashion Haul: Formula Kampanye yang Terbukti Efektif

10 Oktober 2025

8 MIN READ

Vlogger

Fashion Haul: Formula Kampanye yang Terbukti Efektif

10 Oktober 2025

8 MIN READ

Vlogger

Formula Kampanye yang Terbukti Efektif

10 Oktober 2025

Cerita & Insight dari Dunia Kolab

Apapun industrimu, di sini brand & influencer bisa ketemu, kolaborasi lebih gampang, dan bikin campaign yang jadi bagian dari culture.

Subcsribe Newsletter

© Komunitas SkincareAn 2025. All Right Reserved

© Komunitas SkincareAn 2025. All Right Reserved

Terms & Conditions

Privacy Policy