8 MIN READ

Healthy

Edukasi

#KSAHealth : Hantavirus Lagi Ramai Dibahas, Emang Seberapa Bahaya?

#KSAHealth : Hantavirus Lagi Ramai Dibahas, Emang Seberapa Bahaya?

Ditulis Oleh:

Ditulis Oleh:

Yuka Nabila Shauma

Belakangan ini, hantavirus kembali ramai dibicarakan setelah muncul laporan klaster dugaan hantavirus di kapal pesiar MV Hondius.


Beberapa penumpang mengalami gangguan pernapasan berat selama pelayaran lintas negara dan kasus ini langsung menjadi perhatian dunia karena berkaitan dengan risiko penyakit zoonosis global. Karena namanya masih terdengar asing bagi banyak orang, nggak sedikit juga yang mulai bertanya-tanya:

Sebenarnya hantavirus itu apa? Apakah bisa menular seperti COVID-19? Dan seberapa berbahaya virus ini?


Hantavirus dari Tikus

Hantavirus adalah kelompok virus yang dibawa oleh tikus dan hewan pengerat lainnya. Virus ini termasuk penyakit zoonosis, yaitu penyakit yang menular dari hewan ke manusia. Penularannya biasanya terjadi melalui kontak dengan urine, feses, atau air liur tikus yang terinfeksi. Seseorang bisa terinfeksi ketika menghirup debu yang sudah terkontaminasi kotoran tikus, menyentuh permukaan yang tercemar lalu memegang hidung atau mulut, atau dalam kasus tertentu melalui gigitan tikus. Karena itu, area yang lembap, kotor, jarang dibersihkan, atau banyak tikus biasanya punya risiko lebih tinggi menjadi tempat penyebaran hantavirus.

 


Kenapa Hantavirus Dianggap Berbahaya?

Walaupun tergolong jarang, hantavirus bukan penyakit yang bisa dianggap sepele. Menurut informasi kesehatan, hantavirus dapat menyebabkan gangguan serius pada paru-paru yang disebut Hantavirus Pulmonary Syndrome (HPS), atau gangguan pembuluh darah dan ginjal yang dikenal sebagai Hemorrhagic Fever with Renal Syndrome (HFRS).

Gejala awalnya sering terlihat seperti flu biasa, misalnya:

  • demam,

  • nyeri otot,

  • tubuh lemas,

  • sakit kepala,

  • mual,

  • dan batuk.

Tapi pada beberapa kasus, kondisi ini bisa berkembang menjadi gangguan pernapasan berat yang berbahaya. Bahkan, tingkat kematian pada beberapa jenis infeksi hantavirus bisa cukup tinggi. Hantavirus pulmonary syndrome disebut memiliki angka kematian sekitar 40 persen.

 


Apakah Hantavirus Bisa Menular Antar Manusia?

Secara umum, hantavirus lebih sering menular dari hewan ke manusia, bukan antar manusia. Namun, beberapa jenis tertentu seperti Andes virus memang dilaporkan bisa menular antarmanusia dalam kontak dekat yang intens. Meski begitu, para ahli menegaskan bahwa penularan antarmanusia pada hantavirus sangat jarang terjadi dan risikonya jauh berbeda dibanding virus seperti COVID-19. Jadi masyarakat tidak perlu panik berlebihan, tetapi tetap penting untuk waspada terutama terhadap kebersihan lingkungan.

 

Indonesia Perlu Waspada?

Kementerian Kesehatan menyebut Indonesia tetap perlu meningkatkan kewaspadaan terhadap hantavirus karena tikus sebagai pembawa virus cukup banyak ditemukan di lingkungan sekitar manusia. Apalagi saat musim hujan atau banjir, tikus lebih sering keluar dari sarangnya sehingga risiko kontak dengan manusia juga meningkat.

Karena itu, langkah pencegahan paling penting sebenarnya dimulai dari hal sederhana:

  • menjaga kebersihan rumah,

  • menutup akses masuk tikus,

  • menyimpan makanan di tempat tertutup,

  • membersihkan area lembap,

  • dan tidak menyapu kotoran tikus dalam keadaan kering karena debunya bisa terhirup.

Saat membersihkan area yang terdapat kotoran tikus, disarankan menggunakan cairan disinfektan terlebih dahulu agar partikel virus tidak beterbangan di udara.

 

Nggak Perlu Panik, Tapi Tetap Jangan Disepelekan

Ramainya pembahasan hantavirus memang membuat banyak orang khawatir. Namun, yang paling penting adalah memahami bahwa penyakit ini tetap bisa dicegah dengan menjaga kebersihan lingkungan dan mengurangi risiko kontak dengan tikus. Karena meskipun kasusnya tidak sebanyak penyakit menular lain, hantavirus tetap termasuk penyakit yang bisa berbahaya jika terlambat ditangani. Di tengah mobilitas manusia yang semakin tinggi seperti sekarang, kasus viral seperti di kapal pesiar kemarin juga jadi pengingat bahwa penyakit zoonosis masih menjadi isu kesehatan yang perlu diperhatikan dunia.

Cerita & Insight dari Dunia Kolab

8 MIN READ

Digital

Tren & Culture

Tech Influencer: Cara Efektif Masuk ke Market Early Adopter

10 Oktober 2025

8 MIN READ

Digital

Tren & Culture

Vlogger

Fashion Haul: Formula Kampanye yang Terbukti Efektif

10 Oktober 2025

8 MIN READ

Vlogger

Fashion Haul: Formula Kampanye yang Terbukti Efektif

10 Oktober 2025

8 MIN READ

Vlogger

Formula Kampanye yang Terbukti Efektif

10 Oktober 2025

Cerita & Insight dari Dunia Kolab

Apapun industrimu, di sini brand & influencer bisa ketemu, kolaborasi lebih gampang, dan bikin campaign yang jadi bagian dari culture.

Subcsribe Newsletter

© Komunitas SkincareAn 2025. All Right Reserved

© Komunitas SkincareAn 2025. All Right Reserved

Terms & Conditions

Privacy Policy