8 MIN READ
Inspiratif
Beauty

Yuka Nabila Shauma

Di era digital seperti sekarang, menjadi content creator bukan lagi sekadar tren, tapi juga bisa jadi pilihan karir yang serius.
Seperti yang terjadi pada Ashfiyatun Najjah, konten kreator yang berawal dari hobi iseng! Perjalanan Fiya, sapaan akrabnya, hingga menjadi konten kreator di Green Lake Natural Living dan Nibras Surabaya berawal dari hobi yang ia tekuni sampai serius mengembangkan kemampuannya dalam bidang agency beauty. Sejak bergabung ke agency, perjalanannya terasa makin maju karena di sana ia bisa banyak belajar dan menambah pengalaman di dunia content creation!

Seiring waktu, Fiya mulai banyak bekerja sama dengan berbagai brand dan dipercaya untuk menerima endorsement. Nggak berhenti di situ, ia juga terus mengembangkan skill-nya, mulai dari belajar content planning, teknik editing, sampai memahami strategi digital marketing dan cara membangun engagement dengan audiens. Sekarang, ia aktif menjalani peran sebagai digital marketing sekaligus konten kreator. Kegiatannya pun cukup beragam, dari menyusun strategi pemasaran, mengelola media sosial, bikin konsep konten, proses shooting, editing, sampai live session. Fokus utamanya tetap sama, yaitu membangun branding yang kuat dan meningkatkan engagement supaya konten yang dibuat bisa lebih terasa impactnya bagi semua orang.
FunFact : Lulusan S1 PGSD bisa jadi konten kreator!

Dari beberapa bidang yang ia tekuni, fashion dan beauty menjadi yang paling ia nikmati. Baginya, konten di bidang ini bukan hanya soal tampilan, tapi juga tentang ekspresi diri. Ia senang mengeksplor berbagai style dan makeup, sekaligus berbagi inspirasi yang bisa membantu orang lain merasa lebih percaya diri. Menariknya, latar belakang pendidikan Fiya adalah S1 PGSD. Meskipun tidak secara langsung berhubungan dengan dunia content creator, ilmu yang ia pelajari tetap relevan, terutama dalam hal komunikasi dan penyampaian informasi. Hal ini membantunya saat membuat konten atau saat berinteraksi dengan audiens, terutama saat live.
Kalau ngomongin soal live session, Fiya bilang tantangan terbesarnya ada di menjaga interaksi biar tetap hidup dan nggak membosankan. Nggak gampang memang, tapi biasanya ia menyiasatinya dengan aktif baca komentar, ngobrol langsung dengan audiens, dan bikin suasana yang santai tapi tetap ada isinya. Cara ini bikin audiens merasa lebih dekat dan nyaman, kayak lagi ngobrol biasa, bukan sekadar nonton.
Menurut Fiya, konten yang menarik itu sebenarnya nggak ribet. Yang penting paham siapa audiensnya, pesannya jelas, dan konsisten. Ditambah visual yang enak dilihat dan storytelling yang kuat, konten jadi lebih “hidup” dan nggak gampang dilupakan. Untuk konten promosi, ia juga punya gaya sendiri. Fiya lebih suka menyampaikan dengan cara santai dan jujur, tanpa terkesan maksa. Biasanya dibawakan seperti lagi sharing pengalaman pribadi, bukan hard selling. Justru pendekatan seperti ini yang bikin kontennya terasa lebih natural dan gampang relate sama audiens.
Engagement Naik Nggak Bikin Berhenti Konsisten!

Salah satu momen yang paling berkesan buatnya adalah ketika kontennya dapat engagement tinggi dan followers-nya bertambah. Dari situ, ia merasa semua usaha dan konsistensinya benar-benar ada hasilnya. Sekaligus jadi penyemangat buat terus berkembang dan bikin konten yang lebih baik lagi. Melihat sekarang, Fiya juga merasa dunia content creation, terutama di bidang property dan lifestyle terus berkembang. Audiens sekarang cenderung lebih suka konten yang real, jujur, dan relatable, dibanding yang terlalu kaku atau dibuat-buat.
Ke depannya, ia ingin terus berkembang, baik dari segi kualitas konten maupun jangkauan audiens. Nggak cuma itu, Fiya juga ingin terus belajar dan jadi lebih profesional di bidang yang ia jalani.
Perjalanan Ashfiyatun Najjah ini menunjukkan bahwa dari hobi sederhana, bisa tumbuh menjadi sesuatu yang lebih besar, asal dijalani dengan konsisten, terus belajar, dan tetap jadi diri sendiri!
Quick Links
Contact Us
Apapun industrimu, di sini brand & influencer bisa ketemu, kolaborasi lebih gampang, dan bikin campaign yang jadi bagian dari culture.
Subcsribe Newsletter
Terms & Conditions
Privacy Policy





