8 MIN READ

Healthy

Fenomena Makan Kukus-Kukusan yang Lagi Viral: Beneran Bikin Sehat Nggak, sih?

Fenomena Makan Kukus-Kukusan yang Lagi Viral: Beneran Bikin Sehat Nggak, sih?

Ditulis Oleh:

Ditulis Oleh:

Yuka Nabila Shauma

Kalau kamu sering nongkrong di TikTok atau Instagram, pasti udah sering lihat video-video lucu tentang orang-orang yang lagi "makan kukus-kukusan". Fenomena ini lagi booming banget di Indonesia, dengan hashtag seperti #MakanKukusKukusan yang udah diklik jutaan kali. Tapi, di balik keseruannya, apa sih ini cuma tren yang bikin ketawa atau emang ada manfaat nyata buat kulit dan badan kita?

Yuk, kita bahas satu per satu biar lebih meyakinkan!

Apa Itu Fenomena Makan Kukus-Kukusan?

Makan kukus-kukusan sebenarnya bukan hal baru, tapi yang bikin viral adalah cara penyajiannya yang unik. Orang-orang di media sosial sering nge-share video mereka makan makanan kukus seperti ayam kukus, sayur kukus, atau bahkan nasi kukus, tapi dengan twist lucu. Misalnya, ada yang makan sambil nge-steam wajahnya sendiri, atau bikin konten dengan efek visual yang bikin kayak lagi di spa. Tren ini dimulai dari ide sederhana: makan makanan yang dikukus bisa bikin kulit lembab dan badan sehat, karena proses kukus nggak pakai minyak atau bahan pengawet berlebih.



Menurut artikel dari Kompas.com berjudul "Fenomena Makan Kukus-Kukusan Viral di TikTok, Apa Manfaatnya?" (diterbitkan 15 Oktober 2023), fenomena ini populer karena cocok banget buat era sekarang, di mana orang lebih peduli sama kesehatan. Orang-orang mulai eksplorasi cara makan sehat tanpa ribet, dan kukus-kukusan jadi pilihan karena simpel dan murah.

Tren Lucu yang Bikin Ketawa

Kalau dari sisi tren, makan kukus-kukusan ini emang lebih ke hiburan. Di TikTok, banyak creator yang bikin video dengan efek komedi, kayak bikin sketsa lucu tentang "diet kukus" yang gagal karena lapar. Ada juga yang bandingin dengan makan gorengan, sambil bilang "Goreng-gorengan itu temen lama, kukus-kukusan temen baru yang lebih sehat."

Artikel dari Detik.com berjudul "Makan Kukus-Kukusan Viral, Tren Lucu atau Beneran Sehat?" (diterbitkan 20 November 2023) bilang, tren ini lebih banyak didorong oleh humor dan konten viral daripada ilmu medis. Banyak yang ikut-ikutan cuma buat fun, tanpa tahu manfaatnya beneran. Tapi, ya, itu bagian dari daya tariknya—bikin orang seneng dan tertawa sambil belajar sedikit tentang pola makan sehat.



Manfaat Beneran buat Kulit & Badan

Nah, sekarang ke bagian seriusnya. Apa sih manfaat makan kukus-kukusan yang bikin orang-orang bilang ini bagus buat kulit dan badan? Ternyata, ada dasar ilmiahnya lho. Proses kukus membantu mempertahankan nutrisi makanan karena nggak pakai panas tinggi yang bisa merusak vitamin. Makanan kukus juga rendah kalori dan lemak, cocok buat yang lagi diet atau mau jaga kesehatan.

Buat kulit, manfaatnya datang dari hidrasi dan antioksidan. Menurut Alodokter.com dalam artikel "Manfaat Makanan Kukus untuk Kesehatan Kulit" (diterbitkan 5 Desember 2022), makanan kukus seperti sayuran hijau atau ikan kukus kaya vitamin C dan E, yang bisa bantu produksi kolagen, kurangi jerawat, dan bikin kulit lebih lembab. Banyak yang klaim kulit mereka glowing setelah rutin makan kukus, meski ini belum tentu langsung terlihat—perlu konsistensi.

Buat badan secara keseluruhan, makan kukus-kukusan bisa bantu pencernaan, turunkan risiko penyakit jantung, dan jaga berat badan. Halodoc.com dalam artikel "Apa Manfaat Makanan Kukus untuk Tubuh?" (diterbitkan 10 Januari 2023) jelasin bahwa metode kukus mempertahankan serat dan mineral, yang baik buat sistem kekebalan dan metabolisme. Tapi, ingat ya, ini bukan obat mujarab—kombinasikan dengan olahraga dan pola hidup sehat biar maksimal.

Tren Lucu yang Bisa Jadi Kebiasaan Sehat

Jadi, fenomena makan kukus-kukusan ini campuran antara tren lucu yang viral di sosial media dan manfaat nyata buat kulit serta badan. Kalau kamu ikut-ikutan cuma buat fun, nggak masalah—tapi kalau mau serius, coba jadikan kebiasaan. Mulai dari menu simpel kayak brokoli kukus atau tahu kukus, dan lihat perubahannya sendiri!

Yang penting, jangan lupa konsultasi dokter kalau ada kondisi kesehatan tertentu.


Sumber

Kompas.com, Detik.com, Alodokter.com, dan Halodoc.com.

Cerita & Insight dari Dunia Kolab

8 MIN READ

Digital

Tren & Culture

Tech Influencer: Cara Efektif Masuk ke Market Early Adopter

10 Oktober 2025

8 MIN READ

Digital

Tren & Culture

Tech Influencer: Cara Efektif Masuk ke Market Early Adopter

10 Oktober 2025

8 MIN READ

Digital

Tren & Culture

Vlogger

Fashion Haul: Formula Kampanye yang Terbukti Efektif

10 Oktober 2025

8 MIN READ

Digital

Tren & Culture

Vlogger

Fashion Haul: Formula Kampanye yang Terbukti Efektif

10 Oktober 2025

8 MIN READ

Vlogger

Fashion Haul: Formula Kampanye yang Terbukti Efektif

10 Oktober 2025

8 MIN READ

Vlogger

Fashion Haul: Formula Kampanye yang Terbukti Efektif

10 Oktober 2025

8 MIN READ

Vlogger

Formula Kampanye yang Terbukti Efektif

10 Oktober 2025

8 MIN READ

Vlogger

Formula Kampanye yang Terbukti Efektif

10 Oktober 2025

Cerita & Insight dari Dunia Kolab

Apapun industrimu, di sini brand & influencer bisa ketemu, kolaborasi lebih gampang, dan bikin campaign yang jadi bagian dari culture.

Subcsribe Newsletter

© Komunitas SkincareAn 2025. All Right Reserved

© Komunitas SkincareAn 2025. All Right Reserved

Terms & Conditions

Privacy Policy